Langsingkah?

Friday, 27 April 2012

Selain makanan (porsi, frekuensi, jenis), berat badan juga dipengaruhi oleh genetis (ras, besar tulang) dan aktivitas hewan. Jadi bagaimana menentukan bahwa porsi makanan yang diberikan sudah tepat? Berapa kg berat badan yang ideal untuk anjing dan kucing, dengan beragamnya ras?  Apakah pedoman pemberian makanan di bungkus makanan sudah cukup?

Patokan yang umum digunakan adalah bentuk penampakkan tulang rusuk, legok lapar (flank), dan garis tubuh baik dari atas maupun samping. Untuk badan ideal/ langsing, otot dada tampak rata, dan tidak terbagi seperti piano karena tulang rusuk yang tidak tertutup otot; legok lapar terlihat dan tidak cekung. Garis tubuh tampak atas memiliki 3 lekukan, yakni lekukan di bahu, lekukan dada dan perut, dan lekukan di panggul. Garis tubuh tampak samping, tidak didapati lemak perut yang menjuntai.


Jika bentuh tubuh peliharaan Anda kurang ideal, dapat diperbaiki di porsi makanan dan aktivitas. Selamat melangsingkan anjing dan kucing Anda.

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb


Besides feeding (portion, frequency, type), body weight is affected by genetics (breed, size of bones) and pets’ activity. Regarding those parameters, is your regular feeding for your pets adequate? Is your dog/ cat body weight ideal? Is it enough just to follow the feeding instruction on the package?

General guideline to scoring the body weight is rib factor, flank factor, and both overhead and side view factors. Ideal body weight is acknowledged by covered ribs yet still touchable and not-hollow-flank yet still recognizable. From overhead view, there should be 3 curves, which are shoulder part, chest and tummy part, and hip part. Then again, side view part there should be no tummy tuck.

So, what is your pet body condition score? Is it ideal? If haven’t, alter the portion of feed and/ or the activities. Happy slimming your pet.

Anal Gland

Monday, 23 April 2012

Di sekitar anus (tempat keluarnya feses) peliharaan anjing dan kucing kita, termasuk manusia, ada kelenjar. Kelenjar tersebut bernama kelenjar anal (anal gland/ anal sac). Kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pelumas untuk memperlancar proses defekasi (buang kotoran). Kelenjar yang tersumbat dapat membengkak dan kemudian pecah.


Dokter hewan dan/ atau  paramedis mengecek adanya penyumbatan dengan memencet kelenjar serta mengeluarkan cairan yang tertimbun dalam kelenjar. Pemencetan kelenjar sebaiknya dilakukan rutin 3 bulan sekali berbarengan dengan pemberian antiendoparasit (obat cacing). Jika hewan peliharaan Anda terlihat suka menggarukkan pantatnya atau mengejan lebih lama dari biasanya saat defekasi, segera lakukan pengecekkan kelenjar anal. Dua gejala di atas adalah tanda-tanda kemungkinan terjadi penyumbatan kelenjar anal.

Proses pemencetan ini cukup tidak nyaman baik bagi hewan maupun pelaku, karena bau yang cukup menyengat. Oleh karena itu, sebaiknya pemencetan dilakukan oleh orang yang sudah terlatih.

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb


Around the anus (feces exit) of our dog and cat, including human, there are glands. These glands are named anal gland/ anal sac. The glands will secrete lubricating oil during defecation (feces take off). Blocked anal glands may enlarge then burst out.

Your vets and/or veterinary technician can check any obstruction by expressing the anal sac, thus the depository liquid will come out. Expression of the anal gland should be done every 3 month along deworming. If your pets like to scratch its’ butt or squatting longer than usual during defecation, you must check the anal sac. Those two signs are symptoms of blocked anal gland.

Anal gland expression is uncomfortable execution, both for the pet and the expresser. The anal excretion is smelled horrible. Therefore, the expression should be done by expert.  

Feses

Saturday, 21 April 2012

Bagaimana bentuk feses (kotoran) peliharaan kita yang normal? Salah satu pertanyaan umum setiap kali Anda membawa anjing/ kucing peliharaan kita saat berkunjung ke dokter hewan. Mengapa hal tersebut perlu diketahui? Alasan sederhana, anjing dan kucing berbicara dalam  gonggongan dan meongan bukan berbicara. Dengan mengetahui bentuk dan frekuensi defekasi (buang kotoran), secara tidak langsung, diketahui sistem pencernaan dari peliharaan kita sehat dan normal atau sebaliknya.


Ada macam-macam pengukuran bentuk dari feses.  Ada yang berskala 0-100, maupun hanya 4 angka. Feses yang normal berbentuk memanjang, dan lembab bukan basah. Bentuk memanjang disebabkan karena bentukkan dari usus besar saat menyerap air dari sisa makanan. Feses yang tidak basah ditandai dengan tanpa bekas air ketika feses diangkat. Jadi, untuk skala gambar di atas, feses yang normal berskala 2.

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

One of the routine questions from your vets: "How’s your cat and dog fecal figure?" Is it necessary to be acknowledged? Yes, indeed, because cats and dogs can’t speak and from fecal matter can be known the digestive system.

There are varying measurements of scaling/ scoring feces, from 0-100 or just using 4 levels. Normal feces are logging and moist. The log shape is formed by colon while absorbing water. Moist and not wet feces, accepted by no water trace on the ground after fecal removing. Normal feces is scale 2, for the picture above.

Demam Caplak

Mengapa anjing peliharaan kita perlu diberi antiekstoparasit secara rutin? Selain estetika karena adanya caplak, adalah penyakit yang disebut demam caplak.

Demam caplak (tick fever) adalah demam pada anjing akibat parasit darah. Parasit ini ditularkan melalui gigitan caplak dari anjing satu ke anjing lainnya. Parasit ini mirip malaria atau demam berdarah pada manusia yang ditularkan nyamuk. Dikenal ada lima macam jenis parasit, dan di Indonesia yang umum ditemukan adalah Babesia dan Ehrlichia.

Gejala yang muncul adalah berkurangnya berat badan, demam (>39.5°C), dan kuning (jaundice/ icterus). Seiring parahnya penyakit, dapat timbul mimisan dan (petechiae) bintik-bintik di permukaan kulit.


Anjing yang terlihat tidak memiliki caplak, bukan berarti bebas dari gigitan caplak. Anjing yang bebas dari caplak adalah anjing yang menggunakan antiektoparasit baik berupa spot-on atau collar dengan rutin.


Produk sejenis yang disemprotkan sebaiknya dihindari karena resiko terjilat. Kecuali untuk anak anjing <2 bulan karena masih dalam tahap perkembangan jaringan syaraf. Antiektoparasit umumnya mengandung senyawa yang mengganggu sistem saraf serangga dan dosis yang kurang tepat dapat mempengaruhi saraf peliharaan kita.

Caplak menghisap darah anjing melalui gigitan demi kelangsungan hidup (makanan) dan perkembangbiakkan (bertelur). Caplak betina mampu membesar hingga 100x lipat berat badan karena menyimpan darah dalam tubuhnya. Hindari memencet caplak betina, supaya telur dalam tubuhnya tidak menyebar.
Jika anjing peliharaan Anda, belum menggunakan antiektoparasit secara rutin dan mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan analisa hematologi, untuk memastikan keberadaan Babesia maupun Erhlichia. Dari hasil hematologi juga dapat ditentukkan tingkat keparahan penyakit. Demam caplak masih dapat diobati dengan medikasi rutin bila gejala masih dalam tahap awal.

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

Why it is important to treat our dog pet with regularly antiectoparasite? Esthetically is to keep our pet free from tick, flea, lice, and mite. Yet, it’s to prevent tick fever.

Tick fever is fever due to dog blood parasite or other tick-borne disease. The illness is transmitted by tick bite from one dog to another.  The disease is alike to human malaria or dengue fever by mosquito. There are 5 recognized tick-borne diseases. In Indonesia, Babesia and Ehrlichia are more common.

Symptoms of tick fever ailment are; weight loss, fever (>39.5 °C), and jaundice/ icterus. In severe cases, epistaxis (nose bleeding) and petechiae might occur.

Free tick is not the same as free bite tick, means a free tick pet still can get infected by tick-borne disease. Free bite tick is assured by consistently using antiectoparasite either spot-on or collar.

Similar product applied by spraying is better hindered, because of lick risk. Unless for puppy younger than 2 months, since the nerve system still developing. Antiectoparasites are generally using active ingredients which affected tick nerve system, and improper dosage might influence our dog nerve system.

Tick bite and suck dogs’ blood for living and laying eggs. Female ticks can enlarge 100 times its’ body size because keeping blood inside. Don’t squeeze the female ticks, or else thousand eggs inside its body will spread.

In case, your dogs haven’t use antiectoparasite regularly and have the symptoms above, check to nearby vet. Your vet will do hematology analysis, to ensure tick fever diagnosis. From this particular test, it can be scaled the severity of the infection. Tick fever is curable with routine medication in early stage cases.